HATI-HATI MUSUH DALAM SELIMUT!

Ngeselin yaa punya teman  yang diam-diam sering membicarakan kita di belakang. Di depan sih manis, eh, ternyata dia jadi musuh di belakang. Terus harus bagaimana dong?

Ekspresikan apa yang kita rasakan

Dalam persahabatan, kepercayaan memang penting banget. Kalau sahabat ternyata berkhianat, ungkapkan kekesalan dan kesedihan kita. Kita bisa menangis sepuasnya atau memilih untuk menceritakan kesedihan kepada sahabat tersebut secara langsung. Pokoknya, buat diri kita senyaman mungkin, sehingga perasaan jadi lebih lega.

Evaluasi lagi

Ketika perasaan mulai membaik, coba deh evaluasi lagi permasalahannya. Dengan begini, kita belajar untuk mulai menata perasaan, biar enggak terus terbawa perasaan dendam, kecewa, dan marah.

Mencoba menerima

Yes, sahabat memang udah jelas-jelas berkhianat. Satu-satunya jalan yang bisa kita lakukan adalah belajar untuk menerima pengkhianatan tersebut. Perasaan sakit hati pastinya memang susah untuk dilupakan. Semuanya memang butuh proses. Take your time to heal yourself!


Membuka diri lagi

Ketika perasaan tersakiti, kita menganggap semua orang bakal bersikap sama. Ujung-ujungnya, kita jadi malas untuk berteman lagi. Duh! Padahal kita tetap membutuhkan orang lain. Sehari atau dua hari marah-marah boleh aja. Hari berikutnya, yuk telepon teman lain untuk hangoutbareng. Teman kan enggak hanya dia doang.

Kembalikan reputasi kita

Semua orang memang udah tahu rahasia kita. Bisa jadi orang lain udah punya anggapan berbeda tentang kita. Ya, enggak salah kok. Biarkan waktu menjawab. Orang lain pun akan tahu kalau ternyata sahabat kita lah yang membual. Tenang aja.

Belajar dari kesalahan

Marah, sedih, dan kecewa pastinya lah. Tapi dari pengalaman ini, kita jadi belajar untuk enggak terlalu menceritakan masalah kita ke semua orang sepenuhnya. Ngg, lebih baik ceritakan masalah kita kepada mama aja deh. Dijamin lebih aman.

Konsultasikan masalah ke guru

Kalau masalah kita memang udah menganggu banget. Kita boleh banget menceritakan masalah ke guru. Siapa tahu mereka memiliki solusi tepat. Jangan sampai deh urusan pelajaran jadi terganggu karena masalah ini.

See, punya teman pengkhianat enggak berarti dunia jadi berakhir kan? Cheer up, gals!

 

Sumber: kaWanku

Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: